Ngawi merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang dikenal dengan kekayaan kuliner khas
berbahan dasar kedelai, salah satunya keripik tempe. Camilan tradisional ini tidak hanya
populer sebagai makanan rumahan, tetapi juga telah berkembang menjadi produk UMKM yang
memiliki potensi ekonomi cukup besar. Salah satu UMKM potensial yang berkembang adalah
QR Keripik, merupakan produk olahan rumahan yang diproduksi langsung di rumah ibu Suci
Wantini berlokasi di Desa Grudo Kabupaten Ngawi. UMKM ini dikenal memproduksi
berbagai olahan makanan ringan seperti keripik tempe, keripik pisang, dan kue kering dengan
cita rasa khas dan harga terjangkau, yakni Rp15.000 per bungkus.
23 Oktober 2025, Mahasiswa kelas 7B Manajemen Universitas PGRI Madiun menunjukkan
antusiasme tinggi dalam memberikan pendampingan UMKM lokal daerah. Suasana
kolaboratif telihat dari awal kegiatan dan menciptakan dinamika kerja yang hangat dan
produktif. Perhatian mahasiswa tertuju pada salah satu produk unggulan daerah yaitu keripik
tempe. QR Keripik memiliki varian rasa yang beragam dan dikemas dengan packaging menarik
tanpa pengawet. Walaupun tanpa pengawet QR Keripik tetap awet karena diproduksi dengan
teliti. Selain itu QR Keripik sudah memiliki hak cipta dan sertifikasi halal, sehingga layak
bersaing di pasar yang lebih luas. Namun demikian, masih diperlukan strategi pemasaran yang
lebih optimal agar produk semakin dikenal masyarakat luas dan mampu meningkatkan volume penjualan.


Kegiatan yang dilakukan berupa penerapan strategi branding dan promosi digital terutama pada
pengelolaan konten pada sosial media TikTok untuk memperluas jangkauan pasar yangtentunya di dampingi langsung oleh dosen MUKM yaitu Sulthan Misbahul Ghifaari, S.E.,
M.M. dan Arifiansyah Saputra, S.T., M.M.

Setelah dilakukan pendampingan, UMKM QR Keripik menunjukkan peningkatan dalam aspek
pemasaran, seperti pada Kualitas promosi produk meningkat, terlihat dari konten dan deskripsi
produk yang lebih profesional di media sosial. Brand awareness masyarakat terhadap produk
QR Keripik mulai meningkat, terutama melalui platform digital. Peningkatan minat pembelian
dari kalangan muda dan pelanggan luar daerah karena kemasan menarik dan strategi promosi
yang kreatif. Pemilik UMKM juga mulai memahami pentingnya pemasaran digital dan
branding konsisten untuk memperkuat posisi usaha di pasar lokal.
Dengan adanya kontribusi mahasiswa diharapkan memberikan dampak positif terhadap
peningkatan kemampuan pemasaran UMKM QR Keripik dalam penerapan strategi promosi
modern dan peningkatan citra produk membantu UMKM lebih siap bersaing di pasar yang
kompetitif. Sehingga QR Keripik dapat terus berkembang baik dari segi inovasi produk,
memperluas distribusi penjualan melalui marketplace serta kerjasama dengan toko oleh-oleh
khas daerah yang lebih luas lagi.

















