Sumber kosoNgawi — Jumlah kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Kabupaten Ngawi mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
nabilah
Berdasarkan data sementara yang diperbarui pada Selasa, 6 Januari 2026 pukul 11.45 WIB, total kunjungan wisatawan pada periode Nataru 2025/2026 tercatat sebanyak 148.952 pengunjung. Angka ini meningkat 24 persen atau bertambah 29.203 pengunjung dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang tercatat 119.749 pengunjung.
22 DTW Laporkan Kunjungan
Sebanyak 22 Destinasi Tujuan Wisata (DTW) di Ngawi telah melaporkan data kunjungan. Dari jumlah tersebut, lima destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi adalah:
Sumberkoso — 19.269 pengunjung
Taman Wisata Tawun — 14.978 pengunjung
Srambang Park — 13.810 pengunjung
Jahe Klenting — 11.619 pengunjung
Benteng Van Den Bosch — 11.478 pengunjung
Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada 1 Januari 2026, dengan jumlah pengunjung mencapai 25.579 orang dalam satu hari.
Okupansi Hotel Masih Relatif Rendah
Sementara itu, tingkat hunian hotel selama periode 13 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 tercatat relatif rendah. Berdasarkan sampling dari tiga hotel, yakni Nata Hotel, Hotel Ngawi Indah, dan Hotel Sukowati, rata-rata okupansi hanya mencapai 22 persen.
Okupansi tertinggi terjadi pada 27 Desember 2025, dengan tingkat hunian mencapai 43 persen.
Mayoritas Wisatawan Domestik
Jumlah tamu hotel yang menginap selama periode tersebut tercatat sebanyak 1.962 orang, terdiri dari:
1.806 Wisatawan Nusantara (wisnus)
156 Wisatawan Mancanegara (wisman)
Data ini menunjukkan bahwa pergerakan wisata di Ngawi selama libur Nataru didominasi oleh wisatawan domestik, meskipun kontribusi wisatawan mancanegara tetap terlihat.
Dorong Penguatan Promosi Wisata
Peningkatan kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Ngawi. Namun, rendahnya tingkat hunian hotel menunjukkan masih perlunya penguatan strategi promosi, paket wisata terintegrasi, serta peningkatan lama tinggal wisatawan agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih optimal oleh pelaku usaha pariwisata dan masyarakat lokal.
Catatan: Data kunjungan bersifat sementara, dengan 100 persen DTW telah melaporkan, namun masih menunggu finalisasi.

















