NGAWI – Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyerahkan langse berupa kain mori putih kepada juru kunci Palenggahan Agung Srigati sebagai penanda dimulainya prosesi Upacara Adat Ganti Langse di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin malam (29/6/2026).
Upacara adat yang rutin digelar setiap 15 Muharram atau Bulan Sura tersebut merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki makna penyucian diri sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya leluhur masyarakat Ngawi.
Penyerahan kain mori putih menjadi awal prosesi penggantian langse lama yang selama satu tahun menutupi petilasan Palenggahan Agung Srigati atau Alas Ketonggo. Dalam tradisi ini, langse baru melambangkan harapan agar manusia senantiasa menjaga hati tetap bersih, suci, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya Jawa.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, mengatakan Pemerintah Kabupaten Ngawi berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang, meskipun di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Tradisi seperti Ganti Langse bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat identitas daerah, menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, serta mempererat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Upacara Adat Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati setiap tahunnya selalu menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan. Selain menjadi agenda budaya, tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata religi dan budaya yang memperkaya khazanah kearifan lokal Kabupaten Ngawi.















